Personal Blog Ihsan Fauzi Rahman, SH

Beranda » Uncategorized » Bisnis Andong || Ujang Muda yang Berani

Bisnis Andong || Ujang Muda yang Berani

Follow me on Twitter

Bisnis tukang Sado (kereta kuda) memilih wirausaha jasa.

Namanya Ujang, umurnya sudah melampaui 16 Tahun. Menjual jasa mengantarkan penumpang ke tempat yang dikehendaki Penumpang. Nama Profesinya Supir Andong, juga pemilik Kuda yang dia jasa-kan sebagai mesin transportasi tradisional, ramah lingkungan dan melestarikan budaya. Garut masih menyisakan beberapa tradisi dan kebiasaan yang masih dilestarikan. Di tengah kota ataupun masuk desa, andong ini menjadi alternatif yang dipilih untuk moda transportasi jarak dekat.

Ujang Menikmati Profesi ini, sudah lebih dari 1 Tahun dia menjalankan sebagai pengantar penumpang setia, Kuda warna Coklat yang berumur 5 Tahun. Dia rawat sendiri. Kuda tersebut ibarat mesin atau jantung usaha yang harus dijaga sebaik mungkin. Bengkelnya dia yang urus sendiri, bensin atau makanan resminya pun masih dapat dijangkau, selama Garut masih ada Hijaunya Rumput. Maka si Ujang tak Perlu panik untuk makanan Kuda-nya. Kenaikan BBM pun tak perlu dihiraukan, Bisnis supir andong ini paling tahan dengan yang namanya Efek Kenaikan BBM yang sering dimainin pemerintah sana.

Sistem biaya jasa yang dibebankan kepada penumpang terlebih dahulu dimusyawarahkan kepada calon penumpang. Jika sudah memenuhi kata sepakat atas biaya dan tempat yang dituju. Maka si Ujang dan kereta andongnya dengan saling rela mengantarkan penumpang ke tempat yang dituju. Tidak ada pemaksaan tarif tertentu, tidak ada monopoli harga.

Lalu berapakah penghasilan si ujang ini??? Perbulannya minimal dia mendapatkan 1 Juta. Waktu yang fleksibel dan tentu ini berkaitan dengan kebutuhan si Ujang. Minimum Penghasilan harian adalah 30 ribu. Dan jika sedang ramai bisa lebih dari 50 ribu. Uang itu langsung masuk menjadi pemasukan resmi tanpa potongan komisi atau potongan setoran ke siapapun. Kalau Ujang lagi berhalangan, dia bisa mencari supir andong pengganti, dan nantinya bagi hasil dengan si sopir. Masih tetap untung.

Ujang memulai usaha ini bukan tanpa konsekuensi, dia rela meninggalkan sekolah untuk belajar mandiri. Setelah tamat SMP, dia memutuskan untuk memilih jalan hidup sebagai pengusaha jasa transportasi Andong. Dia sebagai manajer plus karyawannya. Tanggung Jawab dan kemandiriannya patut diacungkan jempol. Ujang memilih pendidikan hidup nonformal dan berwirausaha jasa. Semoga Ujang cepat belajar dan bisa berkembang lebih cepat layaknya kuda berlari sebagai tabi’atnya.

*Hasil Wawancara si Ujang, sambil naek Andong di Garut, 16 Juni 2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: