Personal Blog Ihsan Fauzi Rahman, SH

Beranda » Uncategorized » Bisnis itu Komitmen || Supir Taxi, Komisi Vs Setoran

Bisnis itu Komitmen || Supir Taxi, Komisi Vs Setoran

Follow me on Twitter

Tahukah anda, berapakah penghasilan seorang supir taxi setiap harinya????. Untuk Daerah Jabodetabek khususnya, Taxi menjadi alternatif angkutan selain kendaraan Pribadi ataupun Angkutan Umum. Penulis setiap naik taxi selalu menggali pengalaman para penjual jasa mengemudikan taxi sesuai permintaan penumpang. Taxi itu tanpa rute, dan berlalu lalang di jalanan.

Penghasilan Supir Taxi, secara umum dibagi pada 2 sistem bagi-hasil antara taxi dan PT. Yang menyediakan Taxi. Sistem Pertama adalah sistem Komisi. Pendapatan sang supir disesuaikan pendapatan seluruhnya lalu dipotong 30% untuk penghasilan sang supir. 70% masuk menjadi kas PT. Berapapun yang didapatkan sang supir, pembagiannya tetap seperti itu. Tidak ada nominal tertentu yang harus dituju, dan tidak ada kewajiban untuk mengumpulkan uang sebanyak yang ditentukan. Sekehendak supir mencari uang, sistem ini terikat pada argo yang terdeteksi secara general, terpusat di kantor utama (supaya tidak tipu-tipu memainkan argo). Biasanya, PT. Yang menggunakan sistem ni adalah taksi yang mobil2nya keluaran baru, sang supir bisa ganti2 mobil. Dan tentu fasilitas lebih nyaman.

Sistem Kedua adalah setoran, sang supir harus mengejar setoran di angka ±300.000 setiap harinya selama beberapa tahun (biasanya 5-6 tahun) yang disesuaikan dengan harga mobil (sang supir terikat dengan kontrak cicilan mobil). Setiap hari minimalnya dia harus mengumpulkan 300 ribu, selebihnya adalah menjadi keuntungan murni dia, dan kalau kurang itu jadi “nombokan” buat dia. Sistem flat 300.000 perhari selama 6 tahun menjadi kewajibannya, jika sudah memenuhi waktu yang ditentukan, maka sang supir mempunyai hak atas Mobil tersebut. Flat Nomor kuning, diganti Hitam. Pertanda Mobil menjadi milik Pribadi. Sang supir wajib konsisten untuk memenuhi angka 300.000 ribu perhari, tanpa ampun dan kortingan, sang supir diwajibkan untuk menunaikan tugas hariannya. Untung-rugi nya sesuai usaha-nya.

Kedua sistem ini, kita tidak pernah peduli adanya, yang jelas. Kita naik, liatin argo dan setelah itu kita bayar. Dan penulis selalu kagum atas usaha yang dilakukan sang supir. Dari jual jasa mengemudi-lah mereka mendapatkan penghasilan, tentu sebagian besar dari mereka berhati tangguh dan bermental kuat. Bisa kita bayangkan, 20 jam perhari, selama bertahun-tahun mereka mengemudi. Dan mereka senantiasa melayani kebutuhan penumpan akan tumpangan yang nyaman, tepat sasaran dan lebih cepat dari angkutan umum.

Dari konsep pelayanan taxi, kita bisa mengambil makna, bahwa pelayanan bisa meningkatkan kepercayaan konsumen. Jika konsumen sudah trust atas produk jasa yang kita tawarkan, maka berapapun harganya-pastilah mereka akan mengejar produk tersebut. Jika saja pelayanan taxi itu buruk dan bahkan lebih buruk dari angkutan lain, maka kita akan lebih memilih pelayanan angkuta yang biasa dan lebih murah. Taksi adalah sumber kehidupan bagi sang-sang supir yang baik hati🙂. Juga menjadi metode efektif untuk kita melakukan transportasi.

2 sistem bagi hasil taksi, merupakan tawaran yang diberikan pada sang supir. Dimana KOMITMEN dalam menepati “setoran” tertentu dan melampaui cita-cita harian harus terlaksana semua. Profesi ini dimaknai sebagai profesi miniatur akan pentingnya sebuah KOMITMEN dan Kerja Keras secara teratur dalam menjalani Profesi keseharian kita.

IFR.


1 Komentar

  1. Fitra mengatakan:

    Subhanallah ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: