Personal Blog Ihsan Fauzi Rahman, SH

Beranda » Uncategorized » Satu Keluarga Banyak Warnanya

Satu Keluarga Banyak Warnanya

Follow me on Twitter

Keluarga terdiri beberapa komponen penghuninya. Ibu dan Bapak sebagai inti Komponen, yang mereproduksi anak untuk keluarganya hingga tercapai beberapa jumlah lebih daripada dua orang, ada yang satu anak, dua anak karena kemampuannya atau mungkin ketakutannya. Adapula yang 25 anak karena visi nya, “banyak anak, banyak rezeki”. Atau banyak anak yang membiarkan nafas keharmonisan dan kemesraan berjalan tanpa manajemen, setiap jumlah dalam keluarga dilatarbelakangi keyakinan dari pihak keluarganya sendiri. Mau Ibu bapaknya orang baik, atau orang jahat sekalipun. Sama diberikan kesempatan untuk memberikan warna terhadap keluarga dan penghuninya.

Ada Teori, anak akan sesuai dengan orang tua nya. Teori kepastian dengan lingkungan yang sama dengan orang tua nya. Atau teori bawaan dari genetif. Misalkan orang tua nya ustad, maka anaknya automaticly sebagai ustad. Atau orang tua nya maling, maka anaknya mempunyai bawaan sebagai maling. Teori Bawaan.

Ada teori Lingkungan, dimana apapun latar belakang orangtuanya itu terwarnai berbeda oleh lingkungannya. Ortu baik dengan linglungan buruk. Maka kemungkinan besar akan buruk. Begitupun sebaliknya, orang tua berbasis buruk bisa saja dirubah dengan lingkungan baik.

Warna Keluarga itu sama dengan belajar, dan Pembelajaran untuk pihak yang bertanggung jawab. Yang dewasa, anak ataupun orang tua berkewajiban untuk melindungi warna keluarganya. Jangan sampai warna redup nan gelap tak terselamatkan, maka akan merugi sekeluarga sepenuhnya. Warnai dengan cerahnya kebaikan bersama, tolonglah penghuni keluarga yang berwarna gelap, dengan mengarahkannya ke warna yang lebih baik. Manusia dan keluarga memang dicipta untuk bersama dalam konsep rumahan.

Kita tidak bisa memungkiri, bahwa nyata setiap penghuni keluarga mempunyai warna berbeda. Kehidupan lingkungan yang berbeda, kesenjangan yang berbeda untuk warna yang berbeda. Keluarga kita akan kaya dengan ragam pembeda. Ada fungsi pengarah, perekayasa yang harus bertanggung jawab atas beda-beda yang nyata.

Kita Jangan menyesali, cenderung tidak melangkah, dan menyalahkan orang yang bermasalah. Satu anak salah artinya keluarga itu punya masalah. Maka benahilah dari dalam keluarga itu sendiri. Perekayasa kebaikan menghadapi disfungsi, gagal fungsi. Dan tetap harus berkesinambungan dalam memperbaiki warna yang lebih cerah dan mencapai titik mencerahkan keluarga lain.

Kamu lebih tahu dan Faham sendiri, bagaimana warna keluargamu sendiri.

Kamu Lebih mengerti, masalah apa yang melanda saudara dalam keluargamu, bukan polisi atau orang lain.

Kamu lebih dekat dan sangat melekat, karena darah daging saudaramu, ada pula dalam tubuhmu. Maka cepatlah bertindak untuk perbaikannya.

Jika Kamu yang bermasalah dalam keluargamu, fikirkanlah, bahwa kamu adalah lambang dari keluargamu keluar. Hendakah kamu melambangkan kegelapan moral disaat ibu-bapak kita menua dalam usaha perbaikan, menua sudah biasa, tanda mampu yang berkurang. Tapi harapan terhadapmu untuk lebih baik, tetaplah selalu ada dan menjadi do’a pada Kuasa-Nya. Untukmu! Yang sedang dalam masalah dan ujian hidupmu!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: