Personal Blog Ihsan Fauzi Rahman, SH

Beranda » Uncategorized » SEMUANYA FITNAH

SEMUANYA FITNAH

Follow me on Twitter

SEMUANYA FITNAH

by Ihsan Fauzi Rahman on Saturday, May 14, 2011 at 12:03am
Hidup kita, diiringi dengan semua ciptaannya. Entah itu berupa adzab dengan semua kepedihannya. Ataupun Nikmat dengan semua kesenangannya. Manusia menghadapi semua itu, dari mulai lahir hingga mati bertanda hidup berakhir. Ada yang namanya Harta, Tahta dan Wanita. Baik itu kekayaan atau kemiskinan. Ataupun tentang status social yang direndahkan atau ditinggikan oleh manusia itu sendiri. Ataupun orang yang diberi kesenangan terhadap lawan jenis, dengan cara yang benar ataupun tidak.

Manusia terhiasi oleh kecintaan terhadap semua kesenangan dunia. Fitrah atau tabia’t akan semuanya, Emas, perak, anak, harta, tanah, ternak, ataupun ciptaan lainnya. Disadari atau tidak, itu melekat pada diri kita, dinamakannya syahwat. Ada cenderung pada kebaikan, ada juga yang cenderung kepada kejahatan. Ada maximal dalam berbuat onar. Juga ada optimal dalam perjuangan dan kebenaran. Semua tergantung manusia itu sendiri. Allah telah menetapkan dua tujuan akhir. SUrga dan Neraka. Hanya dua yang menjadi tempat terakhir. Untuk nafsu yang cenderung kepada kebaikan dan satu yang lainnya untuk nafsu yang cenderung kepada keburukan.

Perjalanannya panjang, banyak rintangan, tantangan, masalah, kemudahan, kesulitan, hambatan, kesenangan, kepedihan, kelaparan, kemiskinan hati dan jasad, positif, negative, netral, dan acuh. Juga semua definisi dari kenyataan dan mimpi yang ada di dunia ini. Semua diciptakan untuk menghinggapi perjalanan kehidupan manusia. Juga bersifat pilihan, ada yang beriman, juga ada yang ingkar akan Allah dan semua KekuasaanNya.
Hidup di dunia, sesaat tapi menentukan untuk akhirat. Sementara tetapi menetapkan wujud kita nanti di alam setelah alam dunia. Umur dibatasi hanya dalam hitangan puluhan tahun, lebih dari seratus tahun itu teranggap langka. Kalaupun ada, kemampuannya untuk sadar akan dirinya terasa sagat pikun. Layaknya dia baru terlahir kembali, namun berada dalam kurva penurunan dari kewarasannya.

Semua yang ada ternyata fitnah!!!, karena jika harta disalahgunakan, ia akan menjadi fitnah. Jika anak disalah arahkan, ia akan menjadi fitnah. Jika kekuasaan disalahartikan selain amanah, ia akan menjadi fitnah. Jika yang kita dapati dalam dunia ini disalahfahami, disalah artikan, disalah manfaatkan, diserbasalahkan, dijadikan alat untuk mengingkariNya, maka ia akan menjadi fitnah. Bukan pembela semua kesalahanmu. Semua terekam detail setiap detik perlakuan yang dzahir maupun batin. Tidak ada yang bisa meloloskan diri dari semua itu. Semuanya bisa jadi fitnah jika kita keliru. Mau tidak mau, itu akan menjadi saksi dan pemberat pertimbangan kita di akhir hayat.

Hidup itu permainan, semua ada awal dan akhir. Dunia menjadi tempat kita bermain, bukan bermain-main tanpa arah yang jelas. Semua ada peta, layaknya ular tangga. Ada penataan lengkah yang harus benar hari-hati. Bukan dengan gambling diputarkannya dadu permainan untuk memulai dan melanjutkan langkah. Tapi hidup kita harus berdasar akan ilmu dan hati-hati dalam menjalaninya. Jika terjebak, terpaksa jauh dari finish dan kemenangan yang membawa kita ke surga. Itupun kesempatan dibatasi oleh umur yang sangat terbatas dan tanpa kita tahu akhir dari permainan di dunia fana ini. Setiap langkah harus ditata, jadikan dunia ini lading penuh arti untuk kita maknai dalam kebaikan. Bukan menjadi fitnah. Bukan menjadi fitnah untuk kita sendiri.

Namun, jika dunia ini kita manfa’atkan dengan baik dan untuk kebaikan. Mereka tidak akan menjadi fitnah, mereka menjadi pembela kita untuk memudahkan kita hidup di ujung yang indah nan berkah. SurgaNya terbuka luas. Lebih luas dari langit dan bumi ini untuk orang yang benar-benar bermain. Dengan semua kejujuran dan kehati-hatian dalam bermain. Konsisten dalam menjalankan tujuan pencipta untuk diibadahi. Bukan diabaikan apalagi diingkari. Semua akan mudah, jika kita berusaha dengan daya dan kerja yang nyata. Untuk tujuan akhir yang nikmat tiada tara.
Manusia, dengan semua kesalahan dan kelemahan yang melekat pada dirinya. Sangatlah rentan untuk kecenderungannya terhadap keburukan. Namun, jika manusia itu selalu mengingat dan berdo’a akan Tuhannya. Pastilah semua yang ada dalam kehidupan ini menjadi amalan kebaikan untuk kehidupannya. Atas Izin Allah, Manusia dimuliakan dan dihinakan. Dalam kuasaNya lah semua kebaikan itu berada.

Fauzi Andromeda


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: