Personal Blog Ihsan Fauzi Rahman, SH

Beranda » Uncategorized » Message From Sepuh PPI

Message From Sepuh PPI

Follow me on Twitter

MESSAGE From Sepuh PPI 04 Cianjur

by Ihsan Fauzi Rahman on Sunday, May 8, 2011 at 12:49pm

Shubuh, 08-05-2011
Layaknya 2 tahun yang lalu, hari ini aku pergi ke almamaterku, di waktu shubuh. Untuk memenuhi panggilanNya, yaitu shalat Shubuh. Fajar yang dingin, dibalut kerinduan itu menerpa sekujur badanku. Dalam perjalanan dari rumah ke pesantren, masih sama yang ku lakukan, jalan sambil hafalan. Sama suratnya, tentang pemberitaan ALlah tentang surga dan neraka. 40 ayat bunyinya, terlantunkan dalam sepinya fajar.

Masjid yang terbarukan, terlihat lebih luas, dengan warna yang tak jauh beda dengan asalnya, ini artinya, jama’ah semakin banyak hingga mesjid lama dilebarkan sayapnya. Namanya masih tetap masjid baiturrahman. Perluasan ini menjadi tanda. Tanda perkembangan dakwah di mesjid ini. Kami Shalat sebagaimana biasanya. dengan doa dan kebutuhan mulia kepadaNya. Setelah shubuh, aku berbincang dengan Ust. Paling sepuh. tentunya beliau menunggkap beberapa nasihat dan amanatnya, kusimpulkan sebagai berikut:

“Ustad mohon, Kalian harus kuat dalam jaringan, dimanapun kalian berada. pegang terus ukhuwah dan keberjam’iyyahan. Jaring semua potensi alumni PERSIS, berdayakan untuk semua kelancaran dakwah. tugas penting untuk orientasi akhirat. Kita bisa rasakan sekarang. Jaringan musuh c.q YAHUDI dan Nasrani semakin kuat dan gencar dalam memporakporandakan islam. Indonesia sudah berlabel teroris, Islam sudah seburuk-buruknya dipandangan kaum awam. Pengalihan dan pembiasan barat yang tak bermoral. Retak dan pecahnya Kekuatan Islam. Semua ini sudah nyata terjadi. Ustad harap, kalian memperkuat jaringan untuk berdakwah. Masih ada harapan untuk kaum muda. Hidupkan kembali Qur’an Sunnah yang dulu kalian pelajari”

“ikat hati kalian dengan mesjid. Tiada tempat lain untuk pemberdayaan umat selain masjid. Walaupun hari ini masjid banyak berupa keanehan. Carilah masjid yang masih menghidupkan Qur;an Sunnah, hiduplah kalian disana. Orientasikan semua kemampuan disana. ALlah janji akan menaungi kalian. Bukan menyusahkan atau membuat kalian mencari keduniaan dengan meninggalkannya. Carilah mesjid PERSIS. bukan ashabiyyah, atau mengunggulkan hanya PERSIS, tapi zaman sekarang layaknya kita harus rajin memilih. jangan sampai Terjebak dan tergerus yang tiada jelasnya dalam berdakwah. Santri tak boleh jauh dari mesjid”

“Haru rasanya, melihat fakta santri hari ini. Nilai kesantrian yang mulai menipis, bahkan hampir punah. Faqqihufiddin hari ini tidak ditunjang dengan optimal. Program DEPAG dan UN diutamakan, Pesantren layaknya menjadi wadah pendidikan formal, dunia tak sampai, akhiratpun tak dicapai. Sangat menyedihkan. Dulu, Santri adalah santri. Dengan semua pemahaman dan pemahamannya dalam agama. Dakwah menjadi langkah selanjutnya. Bukan pengangguran-penggangguran yang menyedihkan seperti hari ini. Lulusan mu’alimien adalah lulusan berkualitas. Lebih dari standar Kuliah. Siap terjun ke masyarakat untuk menegakan kalimah Allah. Bukan seperti hari ini. Orientasi dunia dan dunia yang selau dikejar. Entah ini lupa, atau memang nafsu mencipta untuk melupakannya. Santri hari ini tersesat. Tersesat dalam sistem dan nafsu yang menyesatkan. Setengah hati dari ikhtiar. terbagi dalam rupa kepentingan. Semua itu sangat berpengaruh untuk kesantrian, kepesantrenan dan mesjid”

 “Dimanapun kalian berada, ingatlah selalu akan SHALAT. seberapapun sibuknya kalian. jangan sekali-kali SHALAT menjadi obyek kesibukan kalian. Shalat adalah kewajiban yang dahulu ada daripada kesibukan-kesibukan yang baru ada. Rutinkan Shaum, shadaqah, berjuanga dalam JALANNYA, Santri harus faqih dalam agama. juga menjadi ahli shalat, ahli shadaqah, ahli shaum, ahli jihad dan ahli-ahli ibadah lainya. Hingga malaikat memanggilmu untuk masuk ke pintu surga dengan semua keahlianmu itu._bal tu’sirunal hayatuddunya_tidak boleh melupakan semua kewajiban asal. Pondasi hidupkita adalah ibadah. bukan dunia. layak keseharian kita itu diutamakan ibadah, bukan kesenangan yang tak abadi. Sekali lagi. Ingat Allah dengan rutinitas ibadah, tanpa henti dan tanpa henti untuk selalu mengingatNYA”

Pesan diatas memang benar. Terjadi dalam masa ini. Malu rasanya, ternyata yang ku anggap kemajuan ini ternyata meninggalkan kotoran dan borok akan kekhilafan. Ini pesan ajaib, tafsiran akan ajaran dan kenyataan. Tapi entah kapan dan siapa yang akan merubah kenyataan untuk kembali ke ajaran sebelumnya. Beranikah kita mengatakan siap untuk merubah semua ini. Entah dengan hiasan nafsu dalam kesenangan akan harta, tahta dan dunia lainnya. Entah tiada jalur lain yang mengubah semua ini menjadi lebih baik. Ternyata, kita lupa akan diri kita. Dan itu semakin nyata jika semua kesahalan maindstream dan sistem ini tidak juga kita rubah.

Mudah-mudahan bisa dimanfa’atkan. untuk kebaikan. bukan kejahatan dan kesalahan-kesalahan baru lainnya. Mungkin banyak borok nyata yang terasa sudah terbiasa. Tapi tetaplah itu penyakit. walaupun biasa, tetap itu adalah aib untuk PERSANTREN, SANTRI dan MESJID.

Mudah-mudahan aLlah memudahkan jalur kebaikan yang akan diusahakan.

PPI 04 CIANJUR


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: