Personal Blog Ihsan Fauzi Rahman, SH

Beranda » Uncategorized » konsensus di omprengan dan kopaja

konsensus di omprengan dan kopaja

Follow me on Twitter

konsensus di omprengan dan koaja

by Ihsan Fauzi Rahman on Monday, September 5, 2011 at 5:35pm
Shubuh ku berlari, menuju penjajakan jati diri, menuju jakarta city, yang tak pernah sunyi dengan kicauan pribadi-pribadi yang berarti bagi dirinya sendiri.

03.20 ku tunggu bis yang seperti biasa berputar sesuai rute yang ditentukan, tiada henti mereka pulang pergi untuk mencari sesuap nasi, juga mengantarkan banyak penumpang yang sama mencari nasi.

Beberapa menit ku tunggu bus, ada mobil honda crv yang menawari diri dan mengurai status menjadi “omprengan”, entah niatnya murni bisnis, atau berbuat baik sambil perjalanan ke jakarta dia membawa muatan penumpang dengan tujuan sama, negosiasi pun dimulai, ku hampiri mobil yang aneh itu, “kp. Rambutan pa?”Sahutku dengan nada pelan
“Iya, ayo naik, murah ko, sama aja dengan harga bis biasa, malah ni lebih cepet, g berhenti nyari penumpang”kata supir dengan nada menawarkan kemudahan
“Biasanya 20 rebu bang”negoku lagi
“Masa mudik bis aja jd 25 rb, 25 rebu aja lah, ok” timpal supir dengan nada meyakinkan dan seakan-akan penuh wawasan
Apalah daya, memang lebih nyaman, konsensus itu lancar, kata mufakat dengan harga 25 rb telah tercatatkan dalam keridloan hati dg semua fasilitas yang diberikan. Entah status mobil omprengan ini legal atau tidak legal, inilah kenyataannya.

Pjalnan, 1,7jam, 04.30 sudah sampai di kp.rambutan.
Gila juga, lebih cepet sejam perjalanan, lumayan ga kena macet.
Angkutan selanjutnya adalah 510, koantas bima kp. Rambutan-ciputat biaya rp.2500,rutenya kp. Rambutan-ps.rebo-tol-kluar tol pondok indah-lebak bulus dan pasar ciputat, sangat murah daripada jalan kaki yang bisa seharian,
Mobil sudah bermuatan, kursi yang ada dipenuhi para pejuang rajin pencari sesuap nasi, ada sekitar 3-5 orang yang tidak mendapatkan kursi duduk.
Beberapa saat, kondektur dengan suara lentang mengucap penawaran, layaknya ketua dpr yang memimpin sidang paripurna
“Ibu-bapa, gmana kalo kita lewat tol langsung stlh pintu kluar terminal rambutan, biar cepet dan g desek2an, tapi ongkosnya jadi 5ribu ya”nada meyakinkan dan berharap keridloan semua pihak
“Ok bang,”sahut bapak yanh duduk di pinggirku,(semangatnya mungkin karena msh ada sisa thr:))
Semua sepakat, mufakat dengan penawaran yang saling menguntungkan, supir dan kondektur untuk dengan ongkos double dari personal penumpang,walaupun tak sepenuh muatan reguler yang bisa sampe berdesakan tanpa ampun, penumpangpun mendapat manfaat ruang yang luang, waktu tempuh yang singkat. Sadar atau tidak sadar, para pihak mengikatkan diri pada perjanjian simbiosis mutualisme. Tiada yang dirugikan, sekalipun tarif dan rute tidak dicantumkan dalam peraturan resmi.

Kedua bentuk diatas, ringkasku merupakan kultur budaya kita, saling ramah dan jujur akan keadaan dan kebermanfaatan. Tapi rasanya kultur ini tidak sampai bahkan tergilas pada kepongahan dan keserakahan para politisi dan lintah darat kekuasaan.
Selamat menikmati, kebaikan akan tetap hadir sekalipun pemimpin kita sakit.
Mudah-mudahan para pemimpin kita bisa sadar, dan memberanikan diri untk maju dengan kearifan lokal, bukan mental bangsat dan otoritarian kepentingan probadi, kelompok atau golongan.
Ifr


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: