Personal Blog Ihsan Fauzi Rahman, SH

Beranda » Uncategorized » Kecil terlantar, suram terlihat

Kecil terlantar, suram terlihat

Follow me on Twitter

by Ihsan Fauzi Rahman on Wednesday, February 10, 2010 at 10:17am

Waktu berselang senja indikasi siang telah hilang
Kulihat seorang anak perempuan kecil sedang riang
Mendekati semua kendaraan yang berhenti di merahnya lampu pemberhentian
Menyapa dengan senyum bak ilir yang mengalir lembut

Ku amati bahasa tubuhnya,
Meminta belas kasih kenyataan dengan polos parasnya,
Menundukan rasa malu yang banyak orang lakukan padanya,
kulihat senda gurau ia nyanyikan pada orang yang lupa pada keadaanya,

Sedikit canda tawa yang ia lakukan,
Pengharapan nyata untuk kehidupannya yang baik,
Terbebani langkah melihat kesadarannya,
kecil Terlantar, suram kulihat kesadaranku untuk saling membagi,

Pasti kehidupannya lebih berat,
Kenyataan yang menodong keinginannya menjadi mimpi belaka,
Menjadi unkap tawa dan canda yang polos,
dengan sadar pentingnya bantuan itu untuk kehidupannya,,

Banyak orang yang tak hidup,
Hidup dalam sikap mulia yang menolongnya,
Kecil terlantar,,,,

Jika ku ungkap hal ini untuknya,,
Pastilah kenyataan ini berat baginya,,
Ingin ku ketuk jiwa yang besar hatinya,,
PPerhatikanlah semua kenyataan di tanah rindai ini..

Banyak sang “kecil terlantar” itu menjadi korban
Korban kenyataan yang kita berbalik merasakannya..
Untukmu sang “kecil terlantar”
“bagian dari inti kehidupan kita, bagian dari jiwa kita yang hilang dari kenyataan yang mulia”
Tunggulah Takdir MahaKuasa terhadap kesengsaraanmu sekarang
adalah modal hidup terpenting yang tak banyak orang dapatkan…
Aku menyayangimu wahai makhluk Allah yang penuh Ujian-Nya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: